Pemrograman Berorientasi Object

Pemrograman berorientasi object ditulis menggunakan objek yang spesifik pada masalah yang diselesaikan. Game mobil misalnya, didefinisikan memiliki obyek roda, body, setir, gear dll. Hal ini merupakan keuntungan yang sangat besar, dalam menentukan macam proses yang dibuat dan dikembangkan kemudian hari. Misalnya suatu saat mobil itu akan dikembangkan, ingin menghias bodynya, kita tidak perlu membuat mobil dari awal, cukup bodynya saja yang di poles, tanpa ngutak-atik roda dan part yang lain.

Kalu kita terapkan dalam programming, misalnya kita buat semua function procedure dan class dalam file tersendiri, sedangkan form-form aplikasi tinggal memanggil saja. Jika suatu saat ada perubahan, misalnya pergantian database, kita tidak perlu merubah semua kode yang ada di dalam form, tetapi cukup merubah modulnya saja. Hal ini tentunya akan menyingkat waktu dan tenaga.

Karena sebuah methode hanya bisa mengakses dimana metode itu berada, pemrograman berorientasi objek mengurangi kesalahan yang terjadi. Dalam pemrograman berorientasi objek waktu yang diperlukan untuk merancang lebih lama dibandingkan dengan pembuatan program. Hal ini disebabkan oleh fokus menentukan kelas dan objek yang memerlukan perhatian lebih besar. Tetapi waktu yang diperlukan untuk menulis program lebih sedikit dibandingkan dengan program prosedural atau terstuktur. program berorientasi objek juga lebih mudah dipelihara serta dikembangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s